JAKARTA _ mamatnews.com — Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur melumpuhkan sejumlah layanan dasar dan aksesibilitas di Kabupaten Manggarai. Listrik sempat padam hingga Sabtu sore, sementara jaringan komunikasi dan akses jalan masih terhambat hingga Minggu pagi.
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyampaikan, aliran listrik baru pulih pada Sabtu malam. Layanan internet mulai membaik sore itu, namun sinyal telekomunikasi di sejumlah wilayah masih sulit dijangkau. Jalur Ruteng–Reo yang tertutup longsor baru dapat dilalui kembali pukul 02.00 dini hari, sedangkan Jembatan Wae Pesi belum mampu dilewati banyak kendaraan.
Kondisi pengungsian juga menjadi tantangan berat. Warga tersebar di beberapa titik penampungan, sementara sebagian lainnya mendirikan tenda di dekat rumah. Sebelumnya, pemerintah daerah telah mengarahkan warga wilayah utara untuk pindah ke tempat lebih tinggi menyusul peringatan ancaman tsunami.
Di Kecamatan Reo dan Reo Barat, tercatat 12 orang meninggal dunia. Posko medis mulai ramai dikunjungi warga yang mengalami luka-luka. Puluhan rumah roboh, namun pembersihan puing belum dapat dilakukan karena alat berat belum dapat masuk. Longsor di wilayah Cibal menghambat akses dari Ruteng sehingga bantuan dan peralatan tertahan.
Kebutuhan mendesak di lokasi meliputi beras, mi instan, telur, sarden, selimut, tenda terpal, serta obat-obatan. Sebagian toko masih tutup dan jalur distribusi terputus, membuat pasokan pangan semakin sulit dipenuhi. Pemerintah daerah dan aparat terus berupaya menyalurkan bantuan sembari memperbaiki infrastruktur guna mempercepat penanganan pascabencana.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : Liputan6.com )




