BerandaBerita UtamaInfrastruktur Terganggu, Akses Bantuan ke Manggarai Terhambat

Infrastruktur Terganggu, Akses Bantuan ke Manggarai Terhambat

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur melumpuhkan sejumlah layanan dasar dan aksesibilitas di Kabupaten Manggarai. Listrik sempat padam hingga Sabtu sore, sementara jaringan komunikasi dan akses jalan masih terhambat hingga Minggu pagi.

Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyampaikan, aliran listrik baru pulih pada Sabtu malam. Layanan internet mulai membaik sore itu, namun sinyal telekomunikasi di sejumlah wilayah masih sulit dijangkau. Jalur Ruteng–Reo yang tertutup longsor baru dapat dilalui kembali pukul 02.00 dini hari, sedangkan Jembatan Wae Pesi belum mampu dilewati banyak kendaraan.

Kondisi pengungsian juga menjadi tantangan berat. Warga tersebar di beberapa titik penampungan, sementara sebagian lainnya mendirikan tenda di dekat rumah. Sebelumnya, pemerintah daerah telah mengarahkan warga wilayah utara untuk pindah ke tempat lebih tinggi menyusul peringatan ancaman tsunami.

Di Kecamatan Reo dan Reo Barat, tercatat 12 orang meninggal dunia. Posko medis mulai ramai dikunjungi warga yang mengalami luka-luka. Puluhan rumah roboh, namun pembersihan puing belum dapat dilakukan karena alat berat belum dapat masuk. Longsor di wilayah Cibal menghambat akses dari Ruteng sehingga bantuan dan peralatan tertahan.

Kebutuhan mendesak di lokasi meliputi beras, mi instan, telur, sarden, selimut, tenda terpal, serta obat-obatan. Sebagian toko masih tutup dan jalur distribusi terputus, membuat pasokan pangan semakin sulit dipenuhi. Pemerintah daerah dan aparat terus berupaya menyalurkan bantuan sembari memperbaiki infrastruktur guna mempercepat penanganan pascabencana.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan