BerandaInternasionalIran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Miliknya, Bantah Klaim Trump

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Miliknya, Bantah Klaim Trump

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

TEHERAN _ mamatnews.com — Iran dengan tegas menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Pemerintah Teheran menegaskan jalur pelayaran strategis itu sepenuhnya berada di bawah kedaulatan dan kendali Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan penegasan tersebut melalui media sosial X pada Sabtu (15/8/2026). “Selat Hormuz adalah milik Iran, merupakan milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Keputusan membuka atau menutup jalur ini hanya berada di tangan Iran,” tegasnya.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Trump menyampaikan klaim tersebut dalam sebuah kampanye politik di New York. Namun, seorang pejabat Gedung Putih kemudian menjelaskan bahwa ucapan Trump dianggap sekadar bercandaan.

Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah akhir Februari lalu, Iran telah menutup Selat Hormuz, sehingga lalu lintas pelayaran dan pasokan energi dunia menurun tajam. Teheran menegaskan jalur tersebut baru akan dibuka kembali apabila sejumlah syarat dipenuhi, antara lain berakhirnya agresi terhadap Iran dan sekutunya, pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan aset yang dibekukan, serta pemberian kompensasi atas kerugian akibat perang. Ketegangan di kawasan pun terus meningkat seiring mandeknya upaya diplomasi kedua belah pihak.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : kompas.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan