TEHERAN _ mamatnews.com — Iran dengan tegas menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Pemerintah Teheran menegaskan jalur pelayaran strategis itu sepenuhnya berada di bawah kedaulatan dan kendali Iran.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan penegasan tersebut melalui media sosial X pada Sabtu (15/8/2026). “Selat Hormuz adalah milik Iran, merupakan milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Keputusan membuka atau menutup jalur ini hanya berada di tangan Iran,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Trump menyampaikan klaim tersebut dalam sebuah kampanye politik di New York. Namun, seorang pejabat Gedung Putih kemudian menjelaskan bahwa ucapan Trump dianggap sekadar bercandaan.
Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah akhir Februari lalu, Iran telah menutup Selat Hormuz, sehingga lalu lintas pelayaran dan pasokan energi dunia menurun tajam. Teheran menegaskan jalur tersebut baru akan dibuka kembali apabila sejumlah syarat dipenuhi, antara lain berakhirnya agresi terhadap Iran dan sekutunya, pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan aset yang dibekukan, serta pemberian kompensasi atas kerugian akibat perang. Ketegangan di kawasan pun terus meningkat seiring mandeknya upaya diplomasi kedua belah pihak.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : kompas.com )




