BerandaBerita UtamaKeracunan Massal Santri Ponpes Sidoarjo, 200 Orang Dirawat Usai Konsumsi Makan Bergizi...

Keracunan Massal Santri Ponpes Sidoarjo, 200 Orang Dirawat Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

SIDOARJO _ mamatnews.com — Sebuah peristiwa keracunan massal menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Selasa (1/9/2026) malam pukul 21.00 WIB, sedikitnya 200 santri dilarikan ke sejumlah rumah sakit, dan jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi.

Suasana Instalasi Gawat Darurat RSUD Notopuro Sidoarjo tampak padat oleh kedatangan para santri yang tiba menggunakan ambulans dalam kondisi lemas dan membutuhkan penanganan segera. Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing turun langsung memantau penanganan medis para korban. “Seluruh pasien telah ditangani tim medis dan penanganan darurat terus kami maksimalkan,” ujar Subandi.

Keterangan dari pihak pondok pesantren menunjukkan dugaan kuat penyebab kejadian ini adalah konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis. Ketua Asrama Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah, menjelaskan gejala muncul setelah santri mengonsumsi paket makanan yang dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalitengah. “Kami pastikan belum ada santri yang meninggal dunia,” tegasnya.

Pihak kepolisian telah mengamankan sampel makanan terkait untuk diuji di laboratorium guna mengetahui secara pasti penyebab keracunan. Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk menelusuri kandungan zat berbahaya dan sumber permasalahan makanan tersebut.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : iNews.id )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan