BerandaPendidikanMendikdasmen: Bahasa Asing Selain Inggris di SD Hanya Pengenalan, Bukan Pelajaran Wajib

Mendikdasmen: Bahasa Asing Selain Inggris di SD Hanya Pengenalan, Bukan Pelajaran Wajib

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

Mendikdasmen: Bahasa Asing Selain Inggris di SD Hanya Pengenalan, Bukan Pelajaran Wajib

JAKARTA _ mamatnews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meluruskan rencana pembelajaran bahasa asing selain Inggris sejak kelas 1 SD yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan pembelajaran tersebut sifatnya hanya pengenalan, bukan menjadi mata pelajaran khusus.

“Yang bahasa Inggris memang mulai 2027 sudah menjadi pelajaran wajib mulai kelas 3 SD. Sedangkan bahasa asing lainnya, sifatnya pengenalan saja,” ujar Mu’ti di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Mu’ti juga menyebut pembelajaran bahasa asing selain Inggris sebenarnya sudah banyak dilakukan di sejumlah sekolah, seperti Mandarin dan Korea. Bahkan beberapa negara telah menawarkan bantuan tenaga pengajar untuk bahasa negaranya masing-masing.

Sebelumnya, dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Presiden Prabowo meminta agar bahasa asing seperti Mandarin, Rusia, Prancis, Arab, Jepang, dan Spanyol mulai diperkenalkan sejak kelas 1 SD. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan anak Indonesia menghadapi persaingan global, mengingat anak di bawah usia 11–12 tahun dinilai lebih cepat dalam mempelajari bahasa baru.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : iNews.id )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan