BerandaBerita UtamaTegas Menolak, Delegasi Indonesia Ikut Tinggalkan Sidang PBB Saat Netanyahu Berpidato

Tegas Menolak, Delegasi Indonesia Ikut Tinggalkan Sidang PBB Saat Netanyahu Berpidato

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA __ mamatnews.com — Delegasi Republik Indonesia bersama sejumlah negara lain melakukan aksi meninggalkan ruangan sidang saat pemimpin rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu, bersiap menyampaikan pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Kamis waktu setempat.

Berdasarkan rekaman yang diterima Perutusan Tetap RI di New York, para diplomat Indonesia bergegas meninggalkan kursi mereka begitu Netanyahu dipersilakan naik ke mimbar. Aksi serupa dilakukan oleh perwakilan berbagai negara lain, sehingga terbentuk antrean panjang yang meninggalkan aula. Suasana menjadi riuh, hingga pimpinan sidang mengetuk palu guna memulihkan ketertiban.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Netanyahu justru menyindir: “Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,” demikian disiarkan UN Web TV.

Kehadiran Netanyahu di PBB berlangsung di tengah kecaman internasional yang menguat akibat tindakan di Jalur Gaza, Tepi Barat, serta pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang memicu eskalasi kawasan. Belum lagi, surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadapnya sejak 2024 masih tetap berlaku.

Diketahui, kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat hanya berlangsung singkat, enam jam, tanpa dijadwalkan bertemu Presiden Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Aksi keluar ruangan yang dilakukan Indonesia dan negara-negara sahabat menjadi pernyataan tegas bahwa kejahatan dan pelanggaran hukum internasional tidak dapat dibiarkan berlangsung tanpa teguran.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan