BerandaInternasionalHarga Minyak Melonjak, Iran Tutup Hormuz Sampai Syarat Terpenuhi

Harga Minyak Melonjak, Iran Tutup Hormuz Sampai Syarat Terpenuhi

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com – Harga minyak dunia menguat signifikan pada perdagangan Selasa (11/8/2026) waktu setempat, atau Rabu pagi di Jakarta. Kenaikan ini dipicu pernyataan tegas pejabat senior Iran yang menyatakan Selat Hormuz tak akan dibuka kembali sebelum Amerika Serikat memenuhi tuntutan Teheran.

Melansir CNBC, minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate menguat 1,3 persen ke posisi US$83,20 per barel. Sementara itu, minyak Brent naik 1,36 persen menjadi US$88,91 per barel. Sejak awal pekan, harga komoditas ini sudah menguat lebih dari enam persen seiring memudarnya harapan kesepakatan pembukaan jalur pelayaran vital tersebut.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menuntut AS mencairkan aset negara yang dibekukan di luar negeri sebagai syarat utama pembukaan kembali selat. Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru menaikkan tekanan dengan menuntut Iran membayar ganti rugi. Padahal sebelumnya, pejabat keuangan AS sempat mengisyaratkan kesepakatan akan segera tercapai, namun kenyataannya belum ada titik temu hingga kini.

Data menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih sangat rendah. Pada Senin lalu hanya tercatat delapan kapal melintas, jauh berbeda dari rata-rata lebih dari 130 kapal sebelum konflik memuncak pada akhir Februari lalu. Meskipun pejabat energi AS menyatakan ekspor minyak masih berjalan sekitar sembilan juta barel per hari berkat kehadiran militer, gangguan pasokan tetap menjadi kekhawatiran utama pasar.

Faktor lain yang ikut mengerek harga adalah penurunan cadangan minyak strategis AS yang kini berada di bawah angka 300 juta barel, atau level terendah dalam empat dekade terakhir. Penurunan ini terjadi menyusul perintah pelepasan cadangan sebanyak 172 juta barel yang dikeluarkan Presiden Trump pada Maret silam guna meredam gejolak pasar akibat konflik dengan Iran.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan